Seperti hari libur biasanya, setelah subuhan tidur lagi di kamar ibu *pindah kamar*. Entah kenapa setiap hari libur, bangun subuh trus pengennya ngelanjutin tidur di kamar ibu. Hawanya beda dan yang pasti biar ga ditinggal begitu aja kalau ibu dan bapak pergi pagi-pagi tanpa bilang2. Hehe..kejadian yg sering dialami, bangun-bangun ibu dan bapak udah ga ada aja trus rumah dikunci dari luar. *kaya dikrangkeng* Diakui, memang agak malas saya, bangun pagi menjadi hal yang terlalu istimewa ketika libur kerja. :D
Tapi ada yg berbeda pagi ini. Pukul 8.00 WIB, gw bangun karena telepon seluler bergetar. Walaupun sudah di-silent tapi ternyata getarannya mampu mengganggu gendang telinga juga. Dari temen kampus. Gw diemin karena sistem saraf otak masih ketinggalan di bantal . Tidur lagi. Bergetar lagi, cukup lama dan akhirnya gw terima. Dengan suara yang agak dibuat-buat *biar ga ketawan kalau masih tidur :D*, gw sapa. Suaranya parau tapi berusaha ditutupi. Dia minta ditemenin menonton program acara Mario Teguh di salah satu studio televisi swasta di Kedoya. Dia sudah di sana. Gw diminta menyusulnya karena acara dimulai pukul 10.00. Aneh, ga biasanya dia ngajak pergi mendadak kaya gini. Dia bilang, awalnya dia akan datang sama temennya. Tapi temennya ga bisa dan baru beri tahu tadi pagi. Dia sangat kecewa dan ingin ada yg menggantikan temennya untuk menemani dia sepanjang acara. Langsung gw suruh dia ajak “temen”nya. Bukan temen biasa pastinya karena ada feeling gw, kalau dia sudah ada kesepakatan bahagia dengan orang yang masih dia sebut sebagai “teman”nya itu. Ketika gw sebut namanya, tiba-tiba dia langsung bicara dengan nada tinggi. “Ya itu..” katanya. Ooo…ternyata *dalam hati*. Dia kecewa, sangat kecewa. Sambil menangis, dia cerita bahwa seharusnya dia datang bersama “teman”nya itu. Awalnya dia ga mau pergi menonton acara tersebut dengan “teman”nya itu, inginnya pergi bersama teman2 kampus tapi mamanya menyuruh dia untuk datang dan menonton bersama si “teman”. Sudah didaftarkan, sudah diberi kabar dan sudah diklarifikasi, tapi ternyata pagi ini, si “teman” datang ke rumahnya dan “teman” itu bilang bahwa dia ga bisa menemaninya dengan alasan belum menyiapkan baju. Memang ada dress code untuk menghadiri acara itu. Pria diharuskan memakai kemeja dengan jas tapi ternyata si “teman” datang hanya dengan menggunakan jeans dan kemeja. Dia bilang, dia hanya bisa mengantarnya. Marahlah temen gw. Sudah seminggu yang lalu diberi tahu soal dress code itu, tapi ketika harinya datang, dia baru bilang kalau dia ga bisa. Oh My Allah.. Masih sambil nangis, dia akhirnya bilang kalau dia jadi enggan terusin kesepakatan itu walaupun sudah menentukan tanggal. *APA??! sinetron bgt*. Kaget gw. Pertama, karena ternyata dia sudah lamaran dan ternyata tanggal pernikahan sudah ditentukan tahun ini. Kedua, karena hal ini sangat mengecewakan dia sampai berpikir ulang untuk menikah dengannya. Ah, tapi gw ga yakin dia akan membatalkannya walaupun gw tau dia orang yang sangat keras kalau sudah dikecewakan apalagi sama seorang pria. Sekali kecewa, tetap kecewa. *halah..*
Dengar cerita itu, jadi ingat lagu ini *wlpun ga nyambung.. hehe*

Sejak dulu, ya begitulah…marah, sedih, kecewa, bahagia, semuanya bisa dibungkus hanya dengan satu kata. Cinta..Apapun itu, emang tidak ada yang lebih pantas dicintai selain Allah SWT. Semua milik Allah, cintai sesama karena cinta pada Allah. Cintai siapa dan apa yang dicintai karena Allah. Semoga…. 

0 comments:

Post a Comment

Copyright 2010 Rehand's Blog
Lunax Free Premium Blogger™ template by Introblogger