Tadinya, sudah berniat untuk tidur, badan sudah direbahkan di atas kasur, tapi tiba-tiba teringat seorang teman. Akhirnya, menelepon dia dulu sampai benar-benar tidak sanggup untuk mengobrol lagi. Ternyata nada sambungnya sibuk. Ah, tidak seperti biasanya. Malam minggu ini, aku telepon dia tapi nada sambungnya sibuk. Karena keinginan teleponnya kuat, jadi ya coba terus telepon dan diangkat juga. Setelah mengucap salam, aku langsung menanyakannya siapa yang baru saja telepon dia. Hehehe…ingin tahu privasi orang saja, ya..walaupun sebenarnya aku sudah menduga pasti “teman”nya yang bisa dikatakan bukan sekadar teman. Duh, lama-lama jadi cemburu. Langsung berpikir bahwa tak lama lagi sepertinya dia akan naik pelaminan. Senang tapi kok ada perasaan tidak rela, ya..mungkin karena sudah merasa dekat dengannya. Beberapa waktu belakangan ini, setiap janjian ketemu sama dia pasti ada saja telepon dari seseorang. Benar-benar bukan kondisi yang biasa. Dia tidak pernah begitu dan memperlakukan seseorang yang meneleponnya dengan suara pelan. Tapi beberapa waktu ini, berbeda. Aku pun merasa dia sudah semakin dekat dengan lelaki itu. Lelaki yang dalam ceritanya dulu, sudah sering berkorban apa saja untuk dia. Lelaki yang sudah dia perlakukan secara tidak adil, tapi tetap memperlakukannya baik. Kurasa mereka memang berjodoh dan semoga Allah menjadikan mereka semakin baik dengan jalanNYA. Amin..
Cerita lain…Tidak lama lagi, teman dekat SMA juga akan dilamar dalam waktu dekat ini. Haduh, pastinya jadi makin terancam dengan pertanyaan penuh harapan yang akan terus datang dari mereka yang penasaran tentang pernikahanku kelak.
Siang tadi, makan bersama ibu sambil menonton tv. Ibu bilang bahwa satu-satunya lemari besar yang ada dirumah sepertinya harus diganti. Ternyata pikiran ibu dan aku sama. Aku pun pernah berpikir untuk mengganti lemari besar itu karena memang sudah lama dan terlihat mulai condong, khawatir akan berdampak sistemik pada barang-barang yang ada di dalamnya dan terutama pada orang-orang di rumah. *yah, bahasanya sistemik..maklum lagi ngetrend sejak kasus century :D* Lalu, ibu malah berkata, “Ya, nanti menunggu kamu nikah dulu.."
“lho..lho..lho..kalau menunggu nikah,yo keburu ambruk nah, Bu..”
“Makanya kalau ada yang melamar dan kamu ngerasa cocok, langsung nikah aja..mudah-mudahan lemari itu ga ambruk duluan sebelum kamu nikah..”
Oalah, ko sampe segitunya ya…membicarakan lemari jadi menyimpang ke arah menikah. Kalau sudah begitu, mendingan meneng waelah. Hehehe..alias wes ra ngerti koto opo sing arep diomong. Hanya memohon dalam hati, semoga ya ALLAH..dan kurasa ibu pun memohon hal yang sama. Hehe..amin!
0 comments:
Post a Comment